AMBON,KOMPAS.com - Seorang nenek berinisial MS (74) ditemukan tewas dengan kondisi menggenaskan di rumahnya di kawasan belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (1/10/2012) malam. Wanita paruh baya itu tewas dibunuh tetangganya sendiri, SM (60) lantaran dendam masalah tanah.
Informasi yang dihimpun Kompas.com menyebutkan, peristiwa tersebut bermula saat korban pulang dari acara pemakaman kerabatnya di kawasan Kayu Putih sekitar pukul 18.00 Wit. Namun nahas baru sampe rumah, MS langsung dianiaya SM yang sudah lama merencanakannya. Akibat luka parah, korban pun meninggal dunia.
Kapolres Pulau Ambon dan Pulau - Pulau Lease kepada sejumlah wartawan di Mapolres Ambon, Selasa (2/10/2012) mengatakan, pembunuhan tersebut terungkap setelah anggota Reskrim Polres Pulau Ambon melakukan pengembangan kasus tersebut usai mendapatkan laporan warga setempat.
Dari olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terungkap jika tersangka pembunuhan nenek tersebut tak lain adalah tetangganya sendiri, SM. Dari tempat kejadian polisi menyita barang bukti berupa balok kayu yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seperti kaos, celana dan sandal jepit pelaku hserta handuk korban yang sudah berlumuran darah.
"Motifnya dendam pribadi, diduga masalah tanah," kata kapolres.
Ia mengungkapkan, untuk mengelabui warga setempat, usai menghabisi korban, pelaku berpura-pura memberitahukan masalah tersebut kepada warga agar tidak dicurigai. Namun dari hasil pengembangan, dan sejumlah keterangan saksi terbukti jika SM yang menghabisi nyawa korban. Hal ini juga diakui pelaku setelah diperiksa pihak kepolisian.
"Korban dipukuli dengan balok kayu di bagian belakang kepala, leher bagian belakang, pipi, bibir dan dagu," ujarnya.
Usai menangkap pelaku, polisi langsung menggelandang SM ke Mapolres Ambon dan SM langsung dijebloskan ke dalam sel. Pelaku dijerat Pasal 340, 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang